Budaya - PEPEDMAKER™
 
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

5 Kebudayaan Asli Indonesia

1. Upacara Tabuik Sumatera Barat.

[Image: tabuik1.jpg]


Berasal dari kata ‘tabut’, dari bahasa Arab yang berarti mengarak, upacara Tabuik merupakan sebuah tradisi masyarakat di pantai barat, Sumatera Barat, yang diselenggarakan secara turun menurun. Upacara ini digelar di hari Asura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram, dalam kalender Islam.


Konon, Tabuik dibawa oleh penganut Syiah dari timur tengah ke Pariaman, sebagai peringatan perang Karbala. Upacara ini juga sebagai simbol dan bentuk ekspresi rasa duka yang mendalam dan rasa hormat umat Islam di Pariaman terhadap cucu Nabi Muhammad SAW itu. Karena kemeriahan dan keunikan dalam setiap pagelarannya, Pemda setempat pun kemudian memasukkan upacara Tabuik dalam agenda wisata Sumatera Barat dan digelar setiap tahun.

Dua minggu menjelang pelaksanaan upacara Tabuik, warga Pariaman sudah sibuk melakukan berbagai persiapan. Mereka membuat serta aneka penganan, kue-kue khas dan Tabuik. Dalam masa ini, ada pula warga yang menjalankan ritual khusus, yakni puasa.

[Image: tabuik2.jpg]

Selain sebagai nama upacara, Tabuik juga disematkan untuk nama benda yang menjadi komponen penting dalam ritual ini. Tabuik berjumlah dua buah dan terbuat dari bambu serta kayu. Bentuknya berupa binatang berbadan kuda, berkepala manusia, yang tegap dan bersayap. Oleh umatIslam, binatang ini disebut Buraq dan dianggap sebagai binatang gaib. Di punggung Tabuik, dibuat sebuah tonggak setinggi sekitar 15 m. Tabuik kemudian dihiasi dengan warna merah dan warna lainnya dan akan di arak nantinya.


2. Makepung, Balap Kerbau Masyarakat Bali.

[Image: makepung+1.jpg]

Kalau Madura punya Kerapan Sapi, maka Bali memiliki Makepung. Dua tradisi yang serupa tapi tak sama, namun menjadi tontonan unik yang segar sekaligus menghibur. yang dalam bahasa Indonesia berarti berkejar-kejaran, adalah tradisi berupa lomba pacu kerbau yang telah lama melekat pada masyarakat Bali, khususnya di Kabupaten Jembrana. Tradisi ini awalnya hanyalah permainan para petani yang dilakukan di sela-sela kegiatan membajak sawah di musim panen. Kala itu, mereka saling beradu cepat dengan memacu kerbau yang dikaitkan pada sebuah gerobak dan dikendalikan oleh seorang joki.



Makin lama, kegiatan yang semula iseng itu pun berkembang dan makin diminati banyak kalangan. Kini, Makepung telah menjadi salah satu atraksi budaya yang paling menarik dan banyak ditonton oleh wisatawan termasuk para turis asing. Tak hanya itu, lomba pacu kerbau inipun telah menjadi agenda tahunan wisata di Bali dan dikelola secara profesionalSekarang ini, Makepung tidak hanya diikuti oleh kalangan petani saja. Para pegawai dan pengusaha dari kota pun banyak yang menjadi peserta maupunsupporter. Apalagi, dalam sebuah pertarungan besar, Gubernur Cup misalnya, peserta Makepung yang hadir bisa mencapai sekitar 300 pasang kerbau atau bahkan lebih. Suasana pun menjadi sangat meriah dengan hadirnya para pemusik jegog(gamelan khas Bali yang terbuat dari bambu) untuk menyemarakkan suasana lomba.

3. Atraksi Debus Banten

[Image: debus1.jpg]
Atraksi yang sangat berbahaya yang biasa kita kenal dengan sebutan Debus, Konon kesenian bela diri debus berasal dari daerah al Madad. Semakin lama seni bela diri ini makin berkembang dan tumbuh besar disemua kalangan masyarakat banten sebagai seni hiburan untuk masyarakat. Inti pertunjukan masih sangat kental gerakan silat atau beladiri dan penggunaan senjata. Kesenian debus banten ini banyak menggunakan dan memfokuskan di kekebalan seseorang pemain terhadap serangan benda tajam, dan semacam senjata tajam ini disebut dengan debus.

[Image: debus2.jpg]

Kesenian ini tumbuh dan berkembang sejak ratusan tahun yang lalu, bersamaan dengan berkembangnya agama islam di Banten. Pada awalna kesenian ini mempunyai fungsi sebagai penyebaran agama, namun pada masa penjajahan belanda dan pada saat pemerintahan Sultan Agung Tirtayasa. Seni beladiri ini digunakan untuk membangkitkan semangat pejuang dan rakyat banten melawan penjajahan yang dilakukan belanda. Karena pada saat itu kekuatan sangat tidak berimbang, belanda yang mempunyai senjata yang sangat lengkap dan canggih. Terus mendesak pejuang dan rakyat banten, satu satunya senjata yang mereka punya tidak lain adalah warisan leluhur yaitu seni beladiri debus.

4.Karapan sapi Masyarakat Madura Jawa Timur

[Image: karapan1.jpg]

Karapan sapi yang merupakan perlombaan pacuan sapi yang berasal dari Madura Jawa Timur, Dalam even karapan sapi para penonton tidak hanya disuguhi adu cepat sapi dan ketangkasan para jokinya, tetapi sebelum memulai para pemilik biasanya melakukan ritual arak-arakan sapi disekelilingi pacuan disertai alat musik seronen perpaduan alat music khas Madura sehingga membuat acara ini menjadi semakin meriah.

[Image: karapan2.jpg]

Panjang rute lintasan karapan sapi tersebut antara 180 sampai dengan 200 meter, yang dapat ditempuh dalam waktu 14 sd 18 detik. Tentu sangat cepat kecepatan sapi – sapi tersebut, selain kelihaian joki terkadang bamboo yang digunakan untuk menginjak sang joki melayang diudara karena cepatnya kecepatan sapi sapi tersebut. Untuk memperoleh dan menambah kecepatan laju sapi tersebut sang joki, pangkal ekor sapi dipasangi sabuk yang terdapat penuh paku yang tajam dan sang joki melecutkan cambuknya yang juga diberi duri tajam kearah bokong sapi. Tentu saja luka ini akan membuat sapi berlari lebih kencang, tetapi juga menimbulkan luka disekitar pantat sapi. Jarak pemenang terkadang selisih sangat tipis, bahkan tidak jarang hanya berjarak 1 sd 2 detik saja. Karapan Sapi dimadura merupakan pagelaran yang sangat unik, selain sudah diwarisi secara turun menurun tradisi ini juga terjaga sampai sekarang. Even ini dijadikan sebagai even pariwisata di Indonesia, dan tidak hanya turis local dari mancanegara pun banyak yang menyaksikan karapan sapi ini.


5. Upacara Kasada Bromo

Upacara Kasada bromo dilakukan oleh masyarakat Tengger yang bermukim di Gunung Bromo Jawa Timur, mereka melakukan ritual ini untuk mengangkat seorang Tabib atau dukun disetiap desa. Agar mereka dapat diangkat oleh para tetua adat, mereka harus bisa mengamalkan dan menghafal mantera mantera. Beberapa hari sebelum Upacara Kasada bromo dimulai, mereka mengerjakan sesaji sesaji yang nantinya akan dilemparkan ke Kawah Gunung Bromo. Pada malam ke 14 bulan Kasada Masyarakat tengger berbondong bondong dengan membawa ongkek yang berisi sesajo dari berbagai macam hasil pertanian dan ternak. Lalu mereka membawanya ke Pura dan sambil menunggu Dukun sepuh yang dihormati datang mereka kembali menghafal dan melafalkan mantera, tepat tengah malam diadakan pelantikan dukun dan pemberkatan umat
dipoten lautan pasir gunung bromo. Bagi masyarakat Tengger, peranan Dukun adalah sangat penting. Karena mereka bertugas memimpin acara – acara ritual, perkawinan dll.

Sebelum lulus mereka diwajibkan lulus ujian dengan cara menghafal dan lancar dalam membaca mantra mantra. Setelah Upacara selesai, ongkek – ongkek yang berisi sesaji dibawa dari kaki gunung bromo ke atas kawah. Dan mereka melemparkan kedalam kawah, sebagai simbol pengorbanan yang dilakukan oleh nenek moyang mereka. Didalam kawah banyak terdapat pengemis dan penduduk tengger yang tinggal dipedalaman, mereka jauh jauh hari datang ke gunung bromo dan mendirikan tempat tinggal dikawah gunung Bromo dengan harapan mereka mendapatkan sesaji yang dilempar. Penduduk yang melempar sesaji berbagai macam buah buahan dan hasil ternak, mereka menganggapnya sebagai kaul atau terima kasih mereka terhadap tuhan atas hasil ternak dan pertanian yang melimpah. Aktivitas penduduk tengger pedalaman yang berada dikawah gunung bromo
Read more

Kerajinan Gitar Ukiran asal Bali Terkenal di Dunia

Siapa bilang seniman Indonesia jarang yang mendunia. Buktinya, I Wayan Tuges berhasil membuat Gitar ukiran asal Bali ini mendunia. Itu hanya sebagian dari salah satu seniman asal Indonesia yang berhasil memikat mata orang asing.
http://eksposnews.com/photo/dir072011/1311123124Gitar%20Bali.jpg


Pemahat asal Sukawati, Gianyar, Bali, ini berhasil membuat kerajinan tangannya dilirik oleh bangsa Internasional. Sejak tahun 2005 ia mulai merintis membuat gitar ukiran yang menjadi ciri khasnya selama ini.

Beragam gitar sudah ia kerjakan mulai dari gitar kopong, ukulele, gitar listrik hingga gitar jumbo.
Kini pak Tuges juga sedang mengerjakan gitar jumbo pesanan presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono dan Menkopolhukam Djoko Suyanto.

Gitar pesanan SBY itu bermotifkan ukiran kerbau dan berlatar warna merah putih. Sedangkan di bagian hand gripnya bertuliskan SBY dengan warna biru. Rencananya, gitar pesanan SBY itu akan selesai sebelum tanggal 9 September, karena akan diberikan bertepatan dengan ulang tahun SBY.

Hingga kini Gitar pak Tuges yang diberi label Blueberry itu sudah masuk hingga ke Amerika dan Eropa.

Beberapa musisi lokal asal Indonesia seperti Balawan dan Dewa Budjana juga memakai gitar kebanggan hasil karya anak bangsa, Blueberry. Dari segi kualitas suara dan penampilan juga tak kalah menarik dengan gitar produksi luar negeri.

Semua gitar dikerjakan di workshopnya di Jl Baruna No.5 Guwang, Sukawati, Gianyar, Bali. Kisaran harganya mulai dari U$ 2000 hingga U$ 6500. Tertarik?
Read more

Ucapan I LOVE YOU dalam bahasa daerah di indonesia

ucapan apa sich yang sobat ucapkan saat pertama menembak cwek………..!!!!!!!!!!!??????,berikut ini list ucapan “AKU SAYANG KAMU/I LOVE YOU”dalam bebrapa bahasa daerah indonesia
1. Aceh – loen galak ngon gata
2. Bangka – ku nek kek ka
3. Banjarmasin – unda katuju’ lawan ikam
4. Batak Karo – ngena ateku kam
5. Batak Toba – holong rohakku tu ho (updated by babiho)
6. Bugis – u puji’ki an’dri
7. Dayak (kenyah) – ake uba iko
8. Jakarta – abang demen ame eneng
9. Jawa – Aku tresno karo kowe – kulo tresno karo kowe – Kulo tresna Panjenengan (halus)aku seneng karo kon(jawa ngoko)
10. Manado – kita suka pangana
11. Padang – ambo senang siko — Aden suko jo kau (updated by lolce)
12. Palembang – aku cinto bedebek samo kau
13. Sunda – abdi bogoh ka anjeun
14. Betawi – gue cinte ama elu
Read more

Biduk Kajang Kayuagung

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki banyak jenis perahu. Berdasarkan hasil penelitian arkeologi, sisa-sisa perahu kuno banyak ditemukan di Sumatera Selatan, Jambi, Kepulauan Riau dan Kepulauan Bangka-Belitung. Berdasarkan tipe teknologi, terdapat dua dua tipe teknologi perahu di Indonesia, yaitu perahu tradisi Asia Tenggara dan perahu tipe tradisi Cina Selatan.
Teknologi perahu Asia Tenggara umum ditemukan di wilayah perairan Asia Tenggara. Bukti tertua penggunaan teknik gabungan teknik ikat dan teknik pasak kayu dijumpai pada sisa perahu di Situs Kuala Pontian di Malaysia yang berasal dari antara abad ke-3 dan abad ke-5 Masehi.
Penelitian Sriwijaya yang intensif di Sumatera sejak tahun 1980-1990 juga banyak menemukan sisa-sisa perahu kuno tradisi Asia Tenggara.. Di wilayah Sumatera Selatan, bangkai perahu ditemukan di Situs Samirejo, Mariana (Kabupaten Banyuasin), Situs Kolam Pinisi (Palembang) dan di Situs Tulung Selapan (Kabupaten Ogan Komering Ilir). Di Jambi ditemukan pula papan perahu sejenis di Situs Lambur (Kabupaten Tanjung Jabung Timur), sedangkan di Pulau Bangka jenis perahu semacam itu ditemukan di Situs Kota Kapur (Kabupaten Bangka). Selain papan-papan perahu ditemukan pula kemudi perahu dari kayu besi yang diduga bagian dari teknologi tradisi Asia Tenggara, yaitu di Sungai Buah (Palembang) dan Situs Karangagung Tengah (Kabupaten Musi Banyuasin).
Papan-papan perahu dari Situs Samirejo dan Situs Kolam Pinisi telah dianalisis laboratorium dengan menggunakan metode carbon dating C14. Sepotong papan dari Situs Kolam Pinisi menghasilkan pertanggalan kalibrasi antara 434 dan 631 Masehi, sedangkan papan dari Situs Samirejo berasal dari masa antara 610 dan 775 Masehi (Lucas Partanda Koestoro, 1993).
Ciri-ciri perahu tipe tradisi Asia Tenggara yaitu adanya lubang-lubang yang terdapat di bagian permukaan dan sisi papan serta lubang-lubang pada tonjolan segi empat yang menembus lubang di sisi papan, merupakan teknik rancang bangun perahu dengan teknik papan ikat dan kupingan pengikat (sewn plank and lushed plug technique).
Tonjolan segi empat atau tambuku digunakan untuk mengikat papan-papan dan mengikat papan dengan gading-gading dengan menggunakan tali ijuk (Arrenga pinnata). Tali ijuk dimasukan pada lubang di tambuku. Pada salah lubang di bagian tepi papan perahu yang di temukan di Sungai Kupang terlihat ujung pasak kayu yang patah masih terpaku di dalam lubang. Biasanya penggunaan pasak kayu untuk memperkuat ikatan tali ijuk.
Teknologi perahu tradisi Cina Selatan antara lain telah digunakannya paku untuk merangkai papan. Jenis perahu semacam ini ditemukan di Pulau Bintan, Kepulauan Riau.
Selain arkeologi, penelitian etnografis tentang perahu-perahu tradisional menghasilkan data tentang berbagai tipe tradisi perahu. Di daerah Sumatera Selatan banyak dijumpai tipe-tipe perahu antara lain perahu bidar dan perahu kajang. Kedua tipe perahu tersebut merupakan perahu-perahu tradisional yang mungkin berasal dari masa Sriwijaya (abad VII-XIII Masehi).
Salah satu bentuk perahu tradiosional yang terdapat di Sumatera Selatan adalah perahu kajang. Jenis perahu ini umumnya berasal dari daerah Kayu Agung di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Pada masa lalu perahu kajang banyak dijumpai di Sungai Musi Palembang, akan tetapi sekarang sudah tidak dapat dijumpai lagi. Berdasarkan hal tersebut dilakukan pendokumentasian perahu tersebut di wilayah Kayu Agung.

Perahu Kajang Kayuagung
Pengamatan terhadap perahu Kayu Agung dilakukan di sepanjang Sungai Komering, yaitu di kelurahan Kota Raya, Kedaton, Jua-Jua dan desa-desa sekitarnya. Selama pengamatan tidak dijumpai lagi perahu-perahu kajang. Menurut keterangan penduduk sejak tahun 1980-an jenis perahu itu sudah tidak digunakan lagi seiring dengan merosotnya pemasaran tembikar Kayu Agung ke daerah-daerah lain. Biasanya perahu kajang digunakan untuk mengangkut barang-barang tembikar Kayu Agung dan dipasarkan ke daerah-daerah lain. Pemasaran dengan perahu tersebut berlangsung dalam waktu yang lama, berbulan-bulan bahkan tahun.
Setelah melakukan penelusuran berkali-kali di sepanjang Sungai Komering, akhirnya ditemukan sebuah perahu kajang di Kelurahan Kedaton. Satu-satunya perahu kajang tersebut telah dimodifikasi menjadi perahu ketek, yang telah menggunakan mesin.
Perahu kajang merupakan perahu yang menggunakan atap dari nipah yang terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian depan atap yang disorong (kajang tarik), bagian tengah adalah atap yang tetap (kajang tetap) dan atap bagian belakang (tunjang karang). Bahan yang digunakan untuk pembuatan perahu ini adalah kayu jenis kayu rengas, yang sudah tidak ditemukan lagi di wilayah Kayu Agung. Panjang perahu sekitar delapan meter dan lebar perahu dua meter. Buritan di bagian depan perahu terdapat tonjolan seperti kepala yang disebut selungku, merupakan ciri khas perahu kajang Kayu Agung.
Perahu kajang memiliki dayung dan kemudi yang terbuat dari kayu. Panjang dayung sekitar tiga meter, sedangkan panjang kemudi sekitar dua meter. Dayung dibuat dari kayu yang lebih ringan, sedangkan kemudi dari kayu berat yang bagian tepinya diberi lempengan logam. Kemudi ditempatkan di bagian belakang, sedangkan dayung digunakan di bagian depan.
Tata ruang perahu terdiri dari bagian depan, bagian tengah dan bagian belakang. Bagian depan merupakan ruang untuk menyimpan barang-barang komoditi yang dijual, seperti barang tembikar dan untuk kemudi. Bagian tengah adalah ruang keluarga untuk tempat tidur. Bagian belakang adalah kamar mandi dan dapur.
Penutup
Pada saat ini sudah sukar dijumpai perahu kajang di wilayah Kayu Agung. Selama ini belum ada upaya untuk melestarikan perahu tersebut, padahal perahu tersebut merupakan ciri khas Kayu Agung dan jenis perahu tersebut banyak terdapat di perairan Asia Tenggara dengan berbagai variasi. Oleh karena itu pihak pemerintah daerah dan masyarakat perlu mengusahakan pembuatan perahu kajang untuk melestarikan karya dan keterampilan nenek moyang dalam membuat perahu.
Read more

Biduk Kajang Kayuagung

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki banyak jenis perahu. Berdasarkan hasil penelitian arkeologi, sisa-sisa perahu kuno banyak ditemukan di Sumatera Selatan, Jambi, Kepulauan Riau dan Kepulauan Bangka-Belitung. Berdasarkan tipe teknologi, terdapat dua dua tipe teknologi perahu di Indonesia, yaitu perahu tradisi Asia Tenggara dan perahu tipe tradisi Cina Selatan.
Teknologi perahu Asia Tenggara umum ditemukan di wilayah perairan Asia Tenggara. Bukti tertua penggunaan teknik gabungan teknik ikat dan teknik pasak kayu dijumpai pada sisa perahu di Situs Kuala Pontian di Malaysia yang berasal dari antara abad ke-3 dan abad ke-5 Masehi.
Penelitian Sriwijaya yang intensif di Sumatera sejak tahun 1980-1990 juga banyak menemukan sisa-sisa perahu kuno tradisi Asia Tenggara.. Di wilayah Sumatera Selatan, bangkai perahu ditemukan di Situs Samirejo, Mariana (Kabupaten Banyuasin), Situs Kolam Pinisi (Palembang) dan di Situs Tulung Selapan (Kabupaten Ogan Komering Ilir). Di Jambi ditemukan pula papan perahu sejenis di Situs Lambur (Kabupaten Tanjung Jabung Timur), sedangkan di Pulau Bangka jenis perahu semacam itu ditemukan di Situs Kota Kapur (Kabupaten Bangka). Selain papan-papan perahu ditemukan pula kemudi perahu dari kayu besi yang diduga bagian dari teknologi tradisi Asia Tenggara, yaitu di Sungai Buah (Palembang) dan Situs Karangagung Tengah (Kabupaten Musi Banyuasin).
Papan-papan perahu dari Situs Samirejo dan Situs Kolam Pinisi telah dianalisis laboratorium dengan menggunakan metode carbon dating C14. Sepotong papan dari Situs Kolam Pinisi menghasilkan pertanggalan kalibrasi antara 434 dan 631 Masehi, sedangkan papan dari Situs Samirejo berasal dari masa antara 610 dan 775 Masehi (Lucas Partanda Koestoro, 1993).
Ciri-ciri perahu tipe tradisi Asia Tenggara yaitu adanya lubang-lubang yang terdapat di bagian permukaan dan sisi papan serta lubang-lubang pada tonjolan segi empat yang menembus lubang di sisi papan, merupakan teknik rancang bangun perahu dengan teknik papan ikat dan kupingan pengikat (sewn plank and lushed plug technique).
Tonjolan segi empat atau tambuku digunakan untuk mengikat papan-papan dan mengikat papan dengan gading-gading dengan menggunakan tali ijuk (Arrenga pinnata). Tali ijuk dimasukan pada lubang di tambuku. Pada salah lubang di bagian tepi papan perahu yang di temukan di Sungai Kupang terlihat ujung pasak kayu yang patah masih terpaku di dalam lubang. Biasanya penggunaan pasak kayu untuk memperkuat ikatan tali ijuk.
Teknologi perahu tradisi Cina Selatan antara lain telah digunakannya paku untuk merangkai papan. Jenis perahu semacam ini ditemukan di Pulau Bintan, Kepulauan Riau.
Selain arkeologi, penelitian etnografis tentang perahu-perahu tradisional menghasilkan data tentang berbagai tipe tradisi perahu. Di daerah Sumatera Selatan banyak dijumpai tipe-tipe perahu antara lain perahu bidar dan perahu kajang. Kedua tipe perahu tersebut merupakan perahu-perahu tradisional yang mungkin berasal dari masa Sriwijaya (abad VII-XIII Masehi).
Salah satu bentuk perahu tradiosional yang terdapat di Sumatera Selatan adalah perahu kajang. Jenis perahu ini umumnya berasal dari daerah Kayu Agung di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Pada masa lalu perahu kajang banyak dijumpai di Sungai Musi Palembang, akan tetapi sekarang sudah tidak dapat dijumpai lagi. Berdasarkan hal tersebut dilakukan pendokumentasian perahu tersebut di wilayah Kayu Agung.

Perahu Kajang Kayuagung
Pengamatan terhadap perahu Kayu Agung dilakukan di sepanjang Sungai Komering, yaitu di kelurahan Kota Raya, Kedaton, Jua-Jua dan desa-desa sekitarnya. Selama pengamatan tidak dijumpai lagi perahu-perahu kajang. Menurut keterangan penduduk sejak tahun 1980-an jenis perahu itu sudah tidak digunakan lagi seiring dengan merosotnya pemasaran tembikar Kayu Agung ke daerah-daerah lain. Biasanya perahu kajang digunakan untuk mengangkut barang-barang tembikar Kayu Agung dan dipasarkan ke daerah-daerah lain. Pemasaran dengan perahu tersebut berlangsung dalam waktu yang lama, berbulan-bulan bahkan tahun.
Setelah melakukan penelusuran berkali-kali di sepanjang Sungai Komering, akhirnya ditemukan sebuah perahu kajang di Kelurahan Kedaton. Satu-satunya perahu kajang tersebut telah dimodifikasi menjadi perahu ketek, yang telah menggunakan mesin.
Perahu kajang merupakan perahu yang menggunakan atap dari nipah yang terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian depan atap yang disorong (kajang tarik), bagian tengah adalah atap yang tetap (kajang tetap) dan atap bagian belakang (tunjang karang). Bahan yang digunakan untuk pembuatan perahu ini adalah kayu jenis kayu rengas, yang sudah tidak ditemukan lagi di wilayah Kayu Agung. Panjang perahu sekitar delapan meter dan lebar perahu dua meter. Buritan di bagian depan perahu terdapat tonjolan seperti kepala yang disebut selungku, merupakan ciri khas perahu kajang Kayu Agung.
Perahu kajang memiliki dayung dan kemudi yang terbuat dari kayu. Panjang dayung sekitar tiga meter, sedangkan panjang kemudi sekitar dua meter. Dayung dibuat dari kayu yang lebih ringan, sedangkan kemudi dari kayu berat yang bagian tepinya diberi lempengan logam. Kemudi ditempatkan di bagian belakang, sedangkan dayung digunakan di bagian depan.
Tata ruang perahu terdiri dari bagian depan, bagian tengah dan bagian belakang. Bagian depan merupakan ruang untuk menyimpan barang-barang komoditi yang dijual, seperti barang tembikar dan untuk kemudi. Bagian tengah adalah ruang keluarga untuk tempat tidur. Bagian belakang adalah kamar mandi dan dapur.
Penutup
Pada saat ini sudah sukar dijumpai perahu kajang di wilayah Kayu Agung. Selama ini belum ada upaya untuk melestarikan perahu tersebut, padahal perahu tersebut merupakan ciri khas Kayu Agung dan jenis perahu tersebut banyak terdapat di perairan Asia Tenggara dengan berbagai variasi. Oleh karena itu pihak pemerintah daerah dan masyarakat perlu mengusahakan pembuatan perahu kajang untuk melestarikan karya dan keterampilan nenek moyang dalam membuat perahu.
Read more

Biduk Kajang Kayuagung

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki banyak jenis perahu. Berdasarkan hasil penelitian arkeologi, sisa-sisa perahu kuno banyak ditemukan di Sumatera Selatan, Jambi, Kepulauan Riau dan Kepulauan Bangka-Belitung. Berdasarkan tipe teknologi, terdapat dua dua tipe teknologi perahu di Indonesia, yaitu perahu tradisi Asia Tenggara dan perahu tipe tradisi Cina Selatan.
Teknologi perahu Asia Tenggara umum ditemukan di wilayah perairan Asia Tenggara. Bukti tertua penggunaan teknik gabungan teknik ikat dan teknik pasak kayu dijumpai pada sisa perahu di Situs Kuala Pontian di Malaysia yang berasal dari antara abad ke-3 dan abad ke-5 Masehi.
Penelitian Sriwijaya yang intensif di Sumatera sejak tahun 1980-1990 juga banyak menemukan sisa-sisa perahu kuno tradisi Asia Tenggara.. Di wilayah Sumatera Selatan, bangkai perahu ditemukan di Situs Samirejo, Mariana (Kabupaten Banyuasin), Situs Kolam Pinisi (Palembang) dan di Situs Tulung Selapan (Kabupaten Ogan Komering Ilir). Di Jambi ditemukan pula papan perahu sejenis di Situs Lambur (Kabupaten Tanjung Jabung Timur), sedangkan di Pulau Bangka jenis perahu semacam itu ditemukan di Situs Kota Kapur (Kabupaten Bangka). Selain papan-papan perahu ditemukan pula kemudi perahu dari kayu besi yang diduga bagian dari teknologi tradisi Asia Tenggara, yaitu di Sungai Buah (Palembang) dan Situs Karangagung Tengah (Kabupaten Musi Banyuasin).
Papan-papan perahu dari Situs Samirejo dan Situs Kolam Pinisi telah dianalisis laboratorium dengan menggunakan metode carbon dating C14. Sepotong papan dari Situs Kolam Pinisi menghasilkan pertanggalan kalibrasi antara 434 dan 631 Masehi, sedangkan papan dari Situs Samirejo berasal dari masa antara 610 dan 775 Masehi (Lucas Partanda Koestoro, 1993).
Ciri-ciri perahu tipe tradisi Asia Tenggara yaitu adanya lubang-lubang yang terdapat di bagian permukaan dan sisi papan serta lubang-lubang pada tonjolan segi empat yang menembus lubang di sisi papan, merupakan teknik rancang bangun perahu dengan teknik papan ikat dan kupingan pengikat (sewn plank and lushed plug technique).
Tonjolan segi empat atau tambuku digunakan untuk mengikat papan-papan dan mengikat papan dengan gading-gading dengan menggunakan tali ijuk (Arrenga pinnata). Tali ijuk dimasukan pada lubang di tambuku. Pada salah lubang di bagian tepi papan perahu yang di temukan di Sungai Kupang terlihat ujung pasak kayu yang patah masih terpaku di dalam lubang. Biasanya penggunaan pasak kayu untuk memperkuat ikatan tali ijuk.
Teknologi perahu tradisi Cina Selatan antara lain telah digunakannya paku untuk merangkai papan. Jenis perahu semacam ini ditemukan di Pulau Bintan, Kepulauan Riau.
Selain arkeologi, penelitian etnografis tentang perahu-perahu tradisional menghasilkan data tentang berbagai tipe tradisi perahu. Di daerah Sumatera Selatan banyak dijumpai tipe-tipe perahu antara lain perahu bidar dan perahu kajang. Kedua tipe perahu tersebut merupakan perahu-perahu tradisional yang mungkin berasal dari masa Sriwijaya (abad VII-XIII Masehi).
Salah satu bentuk perahu tradiosional yang terdapat di Sumatera Selatan adalah perahu kajang. Jenis perahu ini umumnya berasal dari daerah Kayu Agung di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Pada masa lalu perahu kajang banyak dijumpai di Sungai Musi Palembang, akan tetapi sekarang sudah tidak dapat dijumpai lagi. Berdasarkan hal tersebut dilakukan pendokumentasian perahu tersebut di wilayah Kayu Agung.

Perahu Kajang Kayuagung
Pengamatan terhadap perahu Kayu Agung dilakukan di sepanjang Sungai Komering, yaitu di kelurahan Kota Raya, Kedaton, Jua-Jua dan desa-desa sekitarnya. Selama pengamatan tidak dijumpai lagi perahu-perahu kajang. Menurut keterangan penduduk sejak tahun 1980-an jenis perahu itu sudah tidak digunakan lagi seiring dengan merosotnya pemasaran tembikar Kayu Agung ke daerah-daerah lain. Biasanya perahu kajang digunakan untuk mengangkut barang-barang tembikar Kayu Agung dan dipasarkan ke daerah-daerah lain. Pemasaran dengan perahu tersebut berlangsung dalam waktu yang lama, berbulan-bulan bahkan tahun.
Setelah melakukan penelusuran berkali-kali di sepanjang Sungai Komering, akhirnya ditemukan sebuah perahu kajang di Kelurahan Kedaton. Satu-satunya perahu kajang tersebut telah dimodifikasi menjadi perahu ketek, yang telah menggunakan mesin.
Perahu kajang merupakan perahu yang menggunakan atap dari nipah yang terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian depan atap yang disorong (kajang tarik), bagian tengah adalah atap yang tetap (kajang tetap) dan atap bagian belakang (tunjang karang). Bahan yang digunakan untuk pembuatan perahu ini adalah kayu jenis kayu rengas, yang sudah tidak ditemukan lagi di wilayah Kayu Agung. Panjang perahu sekitar delapan meter dan lebar perahu dua meter. Buritan di bagian depan perahu terdapat tonjolan seperti kepala yang disebut selungku, merupakan ciri khas perahu kajang Kayu Agung.
Perahu kajang memiliki dayung dan kemudi yang terbuat dari kayu. Panjang dayung sekitar tiga meter, sedangkan panjang kemudi sekitar dua meter. Dayung dibuat dari kayu yang lebih ringan, sedangkan kemudi dari kayu berat yang bagian tepinya diberi lempengan logam. Kemudi ditempatkan di bagian belakang, sedangkan dayung digunakan di bagian depan.
Tata ruang perahu terdiri dari bagian depan, bagian tengah dan bagian belakang. Bagian depan merupakan ruang untuk menyimpan barang-barang komoditi yang dijual, seperti barang tembikar dan untuk kemudi. Bagian tengah adalah ruang keluarga untuk tempat tidur. Bagian belakang adalah kamar mandi dan dapur.
Penutup
Pada saat ini sudah sukar dijumpai perahu kajang di wilayah Kayu Agung. Selama ini belum ada upaya untuk melestarikan perahu tersebut, padahal perahu tersebut merupakan ciri khas Kayu Agung dan jenis perahu tersebut banyak terdapat di perairan Asia Tenggara dengan berbagai variasi. Oleh karena itu pihak pemerintah daerah dan masyarakat perlu mengusahakan pembuatan perahu kajang untuk melestarikan karya dan keterampilan nenek moyang dalam membuat perahu.
Read more

Tradisi Lebaran di Kayuagung

MIDANG - morge siwe atau disebut karnaval budaya telah menjadi tradisi tahunan di Kecamatan Kota Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bila Idul Fitri tiba. Kegiatan ini telah menjadi agenda nasional dalam pelestarian budaya bangsa,
Midang awalnya merupakan satu dari rangkaian adat perkawinan Mabang Handak (Burung Putih, red) masyarakat Kayuagung pada masa itu, yang merupakan perkawinan dalam adat yang tertinggi. Jika ada pasangan muda-mudi yang melangsungkan pernikahan, maka salah satunya adalah dengan digelarnya midang yang pesertanya berasal dari masyarakat sekitar.
Namun seiring berjalannya waktu kegiatan midang dalam rangkaian adat perkawinan ini sudah berangsur-angsur langka dilaksanakan oleh masyarakat. Kalau pun ada maka yang melaksanakan adalah keluarga yang berasal dari tingkat ekonomi yang mampu.
Guna melestarikan budaya tersebut Pemerintah OKI, mengagendakan secara nasional. Awalnya midang ini adalah sebagai sarana memperkenalkan kepada masyarakat bujang dan gadis di tempat tersebut dengan tujuan jika ada orang tua yang menyukainya maka dapat melamarkan untuk anaknya.
Seperti halnya pada hari raya Lebaran sebanyak 11 kelurahan dalam Kecamatan Kota Kayuagung mengikuti kegiatan ini diantaranya dari Kelurahan Sukadana, Kelurahan Paku, Kelurahan Mangunjaya, Kelurahan Cintaraja, Kelurahan Sidakerja, Kelurahan Jua-jua dan Kelurahan Tanjung Rancing. Kemudian Kelurahan Kayuagung Asli, Kelurahan Perigi, KelurahanKotaraya, dan Kelurahan Kedaton yang digelar selama hari ketiga Lebaran.
Peserta yang ikut dalam acara midang ini, tidak hanya warga yang tinggal di Kota Kayuagung saja, namun warga Kayuagung yang tinggal di ibukota maupun provinsi lain juga turut hadir diacara ini, seperti Kombes Iskandar yang bertugas di Mabes Polri turun meramaikan acara midang yang didampingi istrinya.
Ketika ditanya mengenai midang, Iskandar hanya tersenyum dan menjawab ini adalah suatu teradisi Kayuagung yang patut diacungi kedua jempol karena hingga sekarang tetap berjalan dengan baik.
Saya meskipun jauh-jauh tetap hadir diacara midang ini kalau memang waktunya senggang. Ini adalah tradisi jangan sampai dihilangkan dan dilupakan,” ujarnya.
Read more

Situasi Pemakaian Bahasa di Kota Kayuagung

Kecamatan Kota Kayuagung terdiri atas 11 kelurahan ; yaitu Kelurahan Kayuagung (asli ), Perigi, Kutaraya, Kedaton, Sukadana, Mangunjaya, Sidakerda, jua-jua, Cintaraja, dan Tanjung Rancing, Serta 14 desa ; yaitu Desa Bulu Cawang, Lubuk Dalam, Banding Anyar, Anyar, Muara Baru, Kijang Ulu,Celika, Tanjung Menang. Bagian tersebut penutur Bahasa Kayuagung berada di wilayah Kecamatan Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Wilayah ini merupakan ibukota Kabupaten OKI. Penduduk utama penuturan Bahasa Kayuagung tergabung dalam suatu wilayah yang disebut morge siwe ( marga sembilan ); yaitu sembilan kelompok masyarakat setingkat desa/ kelurahan di era sekarang. Sembilan marga tersebut adalah Kelurahan Kayuagung ( asli ), Perigi, Kutaraya, Kedaton, Sukadana, Paku, Mangun jaya, Sida kersa, dan jua-jua. Dengan demikian dari 11 kelurahan yang ada di kecamatan Kota Kayuagung, dua di antaranyalah yang bukan menjadi penduduk penuturan bahasa Kayagung, yaitu Kelurahan Kayuagung (asli) dan Tanjung Rancing. Selain di wilayah Kota Kayuagung Bahasa Kayuagung juga ada di wilayah lempuing dan Mesuji (masih di Kabupaten OKI). Hal ini bisa di maklumi karena berdasarkan sejarahnya wilaya Lempuing dan Mesuji merupakan jalur kedatangan orang-orang Kayuagung dari Lampung.
Di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terdapat beberapa daerah, di antaranya adalah bahasa Kayuagung, Komering, Pedamaran, Melayu Palembang, Jawa, dan beberapa bahasa atau dialek lainya. Bahasa Indonesia juga dipergunakan secara luas, selain bahasa seperti bahasa Inggris dan Arab Yang penggunananya sangat terbatas. Kabupaten Ogan Komering Ilir ( OKI) beribukota di Kayuagung. Berdasarkan sejarahnya, wilayah ini didukung oleh apa yang oleh masyarakat setempat disebut dengan morge siwe ( atau Sembilan Marga). Marga di seantero Sumatera Selatan dikenal dengan suatu kawasan yang dahulunya setara di atas desa/ kelurahan. Saat ini wilayah morge siwe berada di bawah pemerintah administrasi Kecamatan Kota Kayuagung. Sembilan marga tersebut adalah Kelurahan Kayuagung (asli), Perigi, Kutaraya, Kedaton, Sukadana, Paku, Mangun jaya, Sidakersa, dan jua-jua.
A. Bahasa-bahasa Daerah dan Bahasa Indonesia
Di wilayah Kecamatan Kota Kayuagung sebagai dari Kabupaten Ogan Komering ilir (OKI) yang menjadi pusat perekonomian, pusat pendidikan, dan pemerintahan di kabupaten ini, pada dasarnya berkembang bahasa Kayuagung yang terdeteksi oleh Summer Institute of Linguistics (SIL) berputaran 45,000 di tahun 1989, dan masuk dalam klasifikasi bahasa-bahasa Austronesia, Malayo- Polynesian, Lampungic, Abung ( http://www.ethnologne.com/show_languege.asp?code=vky ). Dalam perkembangannya, bahasa Kayuagug menghadapi kondisi yang stagnan atau bahkan akan mengalami kemunduran atau penurunan jumlah penutur seiring dengan terdesaknya bahasa Kayuagung ini dalam percaturan kebebasan di wilayah sendiri. Bahasa Kayuagung sangat “ terancam” dengan keberadaan bahasa derah lain, yaitu bahasa Melayu (Palembang), selain bahasa indonesia mungkin nanti akhirnya bahasa asing (bahasa Inggris) ( Sudarmanto, 2009a; 2009b).
Bahasa Kayuagung memang masih dipakai di wilayah atau kelurahan di Kecamatan Kota Kayuagung, atau di beberapa desa saja di wilaya Kecamatan Lempuing dan Mesuji. Akan tetapi pengunananya mulai sangat terbatas. Hal ini tampak pada pengunaan bahsa Kayuagung yang hanya dipakai oleh komunitas asli Kayuagung saja. Apabila di dalam pertemuan, forum, atau pembicaran-pembicaran tertentu yang mulai menghadirkan orang yang bukan berasal dari Kayuagung – atau di perkirakan tidak bisa berbicara bahasa Kayuagung – maka hampir bisa dipastikan akan nada alih kode (code swtching) ke bahasa derah lainnya yang lebih dominan, yaitu bahasa Palembang, atau malah ke bahasa Indonesia. Kesopanan dan menghormati lawan bicara alasan alih kode ini oleh masyarakat penutur bahasa Kayuagung. Bahasa Kayuagung masih dipergunakan di dalam rapat atau pertemuan di lingkungan Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), desa/kelurahan, atau Morge, meskipun juga tidak menutup kemungkinan bahasa-bahasa lain yang muncul dipakai pertemuan tersebut, misalnya bahasa palembang atau bahasa Indonesia. Akan tetapi untuk rapat resmi atau formal, terutama di lingkungan pemerintah kecamatan dan kabupaten, bahsa Indonesia telah menjadi bahsa resmi yang layak untuk dipakai.
Bahasa Kayuagung masih lekat dipakai didalam acara lamaran seorang bujang kepada gadis. Hampir seluruh rangkaaian ‘ lamaran’, atau manjau (yang juga bermakna bertandang atau bertamu) ini masih menggunakan bahsa Kayuagung. Akan tetapi, pada saat resepsi pernikahannya, karena memperhatikan tamunya yang berenaka ragam latar belakang-justru bahasa yang dipergunakan adalah bahsa Indonesia. Perwara juga mengunakan bahsa indonesia untuk memandu rangkaian acara resepi pemerintahan. Acara ijab kabul pernikahan pun sudah mengunakan bahsa indonesia ( atau bahasa Arab). Mempelai laki-laki akan mendapatkan gelar baru atas pernikahan yang dijalaninya. Menurut masyarakat Kayuagung sebagai masih mengikuti jalur patrlineal, di mana berkaitan dengan pemberian gelar ini hanya pihak laki-laki saja yang mendapatkan gelar sedangkan mempelai wanitanya tidak mendapatkan gelar. Pemberian gelar ini disebut masyarakat kayuagung dengan jejuluk. contah dari peberian jejuluk ini adalah nama aslinya saat lahir adalah Nawawi,Sedangkan nama jejuluk nya adalah Agung jaya/Agun Jaye/, orang Kayuagung memiliki kekhasan vokal /E / dalam bahasa nya. Contoh gelar yang lain adalah Cahaya Mukmin. Pemberian jejuluk ini makna yang menunjukan bahwa yang bersangkutan sudah menikah. Di kalangan keluarga besarnya, atau tetamu yang hadir dalam resepsi pernikahannya, mempelai laki-laki ini selanjutnya akan dipangkil dengan nama jejuluk nya, bukan lagi nama lahirnya.
Meskipun bahasa Kayuagung seharusnya menjadi tuan rumah di negrinya sendiri, tetapi beberapa bahasa derah lainnya juga masih beredar di sana.
Media radio sedikit memiliki andil dalam pelestarian, atau setidaknya dalam pengunaan, bahasa kayuagung. Terdapat satu radio swasta yang ada di wilayah Kayuagung, yaitu Radio 90,4 Kayuagung FM. Ini adalah satu- satu radio swasta yang ada di sana, selain stasiun radio memiliki pemerintahan, yaitu RRI Palembang dan Radio swasta di Palembang yang terkadang masih bisa terpantau di Kayuagung. Dengan sifatnya yang menghibur, Kayuagung FM mencoba mengakomodasi pendegar-pendegarnya pada radius yang terjangkau siaranan oleh radio ini. Jangkauan siaran radio ini mencakup pendegaran yang berbeda-beda. Kondisi ini mengharuskan pengelola radio Kayuagung untuk mengakomodasi kebutuhan para pendegarnya, termasuk dalam hal bahasa. Bahasa atau dialek yang di coba untuk bisa diakomadasi adalah bahasa atau dialek Kayuagung, Pedamaran, Sirah Pulaupadang, Meranjat dan Pegangan, Jawa, dan Palembang. Misalnya, ‘apa itu’ dalam bahasa Indonesia, akan menjadi onyi aje// dalam bahsa Kayuagung, apo iko/apo iko/ dalam bahsa Pedamaran, ape itu/ape itu/dalam dialek Sirah Pulau Padang, ape itu/ape itu/dalam bahsa Meranjat atau Peagagan, apo iku/apo iku/dalam bahsa Jawa, dan apo itu/ apo/apo itu/dalam bahasa Palembang atau, contoh yang lain adalah kemane ngan/ kemane nan/ dari dialek Sirah Pulau Padang dan tekude niku/tekude niku/dari bahasa Kayuagung yang artinya dalam bahsa indonesia adalah’ ke mana kamu’
Seperti yang di sampaikan sebelumnya, bahasa Kayuagung menjadi eksklusif di wilayah morge siwe saja. Tantangan atas keberadaan bahasa Kayuagung menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pemilik bahasa penunturnya, pengaruh utama bahasa Kayuagung di wilayahnya sendiri adalah Palembang. Ketika keluar dari komunitasnya yang berbahasa Kayuagung, masyarakat Kayuagung akan langsung bersinggungan dengan bahsa Palembang, apabila lawan bicaranya teridentifikasi dari dari wilayah Sumatera Selatan, atau akan beralih langsung ke bahasa Indonesia apabila ada keraguan atas identitas kebahasan lawan bicanya. Bahasa Palembang begitu dominan dan menjadi lingua france dalam pergaulan dan komunikasi di sebagaian besar masyarakat Kayuagung (sudarmanto 2009a;2009b). Selain bahasa Indonesia yang dipergunakan secara resmi dan formal dalam interaksi pemerintahan, bahasa Palembang dipergunakan masyarakat dalam konteks yang tidak resmi dan formal. Di pasar, tempat-tempat keramaain, sekolah dan sebagainya, bahasa Palembang menjadi jembatan komunikasi yang paling banyak di pergunakan. Bahkan dalam kaitan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, bahasa Palembang di wilayah Kayuagung tetap menjadi yang dianggap paling memadai. Dalam hal pengiriman SMS (short messages service), misalnya, aku nak beenjukan salam untuk (aku mau memberikan salam untuk....)
B. BAHASA Asing
Bahasa asing, terutama bahsa inggris, berkembang pesat dalam arus kebahsaan di wilayah Kayuagung. Hal ini di sinyalir karena adanya persepsi bahwa sesuatu yang berbauh asing terasa lebih bagus, lebih gengsi, lebih berkualitas, dan sebagainya sinyalemen seperti ini bisa jadi mempengaruhi sikap berbahasa masyrakat disana. Mulai pemunculan tulisan-tulisan bernuasa bahasa Inggris untuk memperkenalkan atau mempromosikan komoditasnya, misalnya Games Station, Gold Net, London Beauty Center, Paint Protection, dan sebagainya. Memang, sebagai sudah benar penulisnya. Akan tetapi, masih banyak juga di temukan kondisi – kondisi yang masih kurang benar.
Kesalahan berbahasa yang banyak terjadi biasanya tersedia terjadi dalam ejaan penulisan. Karena adanya perbedaan tata tulis dengan tata pengucapan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris menyebabkan penulis ejaan menjadi salah.misalnya, bacaan /’tuble *,tubeles*,atau bahkan cubles*. Contoh –contoh lainnya, diantara adalah spere-part/sper part/ yang kadang ditulis dengan spar part *, juga dalam bahasa Inggris yang seharusnya di tulis accessories menjadi aksesoris *, aksesoris ( yang akan menjadi benar apabila yang di maksudkan dalam bahasa indonesia). Contoh nya adalah vocher/vawer/yang memiliki bentuk kesalahan vhocer *. Ditemukan juga bentuk cas accu yang diperkiraan mengacu pada ‘ menyetrum aki ( atau alat untuk menyimpan tenang listrik )’ yang mengadaptasi bahsa inggris charge – battery ( atau battery recharging ) bentuk buku shock/syok/ yang bermakna ‘kejut’ yang bisa jadi ditulis dengan schpock*, atau sox*, ball- joint / bol join / menjadi boljoint *, bolljoin *,bolljoin *, overharul yang bermakna ‘ pemeriksaan’ yang tertulis dengan overhoul *, overholl *,dan sebagainya.mungkinnya.mungkin masih ada lagi contoh-contoh lain untuk jenis kasus yang sama.
Kadang di temukan juga kasus juga frasa gabungan antara bahasa inggris yang juga dipandang kurang pas.misalnya, Ogan technk*,strtes*dan cas ,oyong celluler *,counter Ninik Cellules *, pulsa Electrik *, tampal tubless*, dan sebagainya.dalam satu tempat objek pengamatan ditemukan adanya dua kondisi yang bertolak belakang, satu kondisi bertulis “ raja “ specialist accu dan satunya lagi toko spesialis aki “raja” . dengan mendasarkan pada tata bahasa bahasa Inggris, terdapat permasalahan pada kasus ke dua dengan mengikuti aturan tata bahasa indonesia menjadi tata tulis yang benar.
Pembicara lain tentang Bahasa Asing, dalam hal ini Bahasa Inggris, adalah dijadikan sebagai mata pelajaran muatan lokal di sekolah dasar bahasa asing ini juga sudah mempengaruhi nama penduduk di kayuagung ; seperti jakson,richard , jimmy dan sebagai nya sebagai interpretasi dari kondisi ke bahasaan Bahasa Asing, terutama Bahasa Inggris, kaitan dengan nama-nama penduduk di wilayah Kayuagung adalah tergesernya identitas melayu (dengan identitas ke Arab-an atau ke Islam- annya ), karena seperti kita ketahui bahwa identitas melayu adalah identik dengan Arab atau Islam.

Penutup
Situasi kebahasaan di Kayuagung bisa jadi juga terjadi di beberapa daerah lain dengan permasalahan yang kurang lebihnya sama . sebagai penutup tulisan ini, bisa di sampaikan beberapa poin penting berkaitan dengan sistem komunikasi verbal atau situasi kebahasaan di wilayah Kayuagung, yaitu bahwa (1) bahasa Kayuagung seharusnya mengembalikan kondisi untuk menempatkankan bahasa mereka di rumah mereka sendiri. Maksudnya adalah bahsa Kayuagung, di wilayah-wilayah persebrangan, semakin di pupuk kembangan dan di munculkan di luar lingkungan penuturannya. Tidak ada salah memperkenalkan lebih intensif lagi pengetahuan dan pemahaman tentang bahsa Kayuagung di luar lingkungan penuturannya, (2) pengaruh bahasa daerah lain, terutama bahsa Palembang, harusnya dijadikan sarana untuk memperkaya bahsa Kayuagung, sekaligus melestarikannya, dan jangan justru mengikisnya (3) bahasa asing, dalam hal ini bahsa Inggris, mestinya bukan hanya dipandang sebagai gengsi belaka. Penangan perihal bahsa asing ini harus mendapatkan porsi yang tepat.untuk mata pelajaran muatan lokal menurut hemat penulisan bahsa derah Kayuagung akan lebih berfaedah untuk di terapan daripada bahsa adanya permasalahn dalam proses pengajar bahasa di usia dasar, juga untuk lebih dini memunculkan indentitas kebahsa daerah Kayuagung kepada siswa-siswa sekolah dasar.
Selain itu, sebagai catatan akhir diharapakan dengan indentifikas dan investarisasi sejumlah permasalahan kebahasan di wilayah Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ini nantinya, di harapkan menjadikan masukan yang sangat berguna di dalam mengidentifikasi dan menangani berbagai permasalahan kebahasan ( dalam konteks kelokalan sumatra selatan dan kenasionalan indonesia ) kepada pengambilan ke bijakan terkait.

Disampaikan Oleh : Budi Agung Sudarmanto
Disajikan dalam:
SEMINAR INTERNASIONAL HARI BAHASA IBU
DAN PRAKONGRES NASIONAL DUTA BAHASA
DI GEDUNG MERDEKA BANDUNG
19 – 20 Februari 2010
Read more

Sejarah Kota Kayuagung

Kayuagung sebuah kota yang terletak di lintas timur sumatera, Salah satu dari Kabupaten dari Provinsi Sumatera Selatan (Palembang), Kayuagung yang berjarak 65 KM dari pusat kota Palembang, Kayuagung merupakan Daerah Tingkat II di provinsi sumatera selatan. Kayuagung merupakan ibukota Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Kayuagung Terdiri dari 10 kelurahan (Morge Siwe)
  1. Mangujaya
  2. Cintaraja
  3. Jua-jua
  4. Sidakerja
  5. Sukadana
  6. Paku
  7. Kedaton
  8. Kotaraya
  9. Kayuagung Asli
  10. Perigi
Nama Kayuagung secara umum berasal dari sebuah sejarah, dimana pada zaman dahulunya, daerah kota kayuagung terdapat pohon-pohon yang berukuran besar, bahkan ada yang sampai berdiameter 4 meter , kemudian disimpulkanlah oleh para petua Pohon itu berarti Kayu sedangkan Besar Itu Agung. mungkin andapun secara tidak sengaja pernah melihat pohon berukuran besar di kota anda, kemungkinannya itu merupakan pohon kayuagung, tapi bukan berarti setiap pohon yang besar itu merupakan pohon kayuagung, ciri khas pohon Kayuagung itu berukuran besar memiliki urat pohon yang timbul dan memiliki akar yang besar dan menjular, selain itu juga terdapat akar yang menjular dari atas kebawah, jadi dari sebuah pohonlah nama dari kota kayuagung itu.
Kayuagung ibukota dari Kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan Pemerintah Daerah Tingkat II di Sumatera Selatan yang luasnya sekitar 21.469,90 kilometer persegi yang secara geografis terletak antara 104 2'-106 o' derajat Bujur Timur dan 4o 30'-4o 15 derajat Lintang Selatan. jumlah penduduk dalam sensus 2008 mencapai kurang-lebih 55,285 ribu jiwa lebih, mayoritas penduduknya beragama Islam.



APRESIASI TENTANG KAYUAGUNG
Sekitar 5 tahun yang lalu Kayuagung hanyalah kota sederhana, Kayuagung Lebih identik sebagai kota Duta, banyak orang yang berfikir negatif tentang Kayuagung, menyedihkan memang, tapi anggapan orang telah terlanjur terbentuk bahwasanya Kayuagung kota duta, kotanya para penjahat, perampok, dsb, hanya saja untuk kembali membuka pikiran masyarakat umum tentang Kayuagung, saya akan memberikan persentase jumlah penduduk yang berprofesi sebagai Duta di Kayuagung, persentase yang ada hanya 8, 72 % orang pribumi yang berfrofesi sebagai duta.

Duta itu istilah dari penjahat yang melakukan tindakan kriminal (pencurian, perampokan, dll) yang umumnya beraksi di luar negeri ada juga yang di indonesia.

Tapi Bersyukurlah Kayuagung yang sekarang jauh berbeda, anggapan tentang kota penjahat atau duta mulai berganti, kesadaran masyarakat awam yang secara perlahan mampu membuka mata, memanfaatkan peluang yang ada.
tidak hanya semata-mata mengandalkan sertifikat dan ijazah sebagai peluang.

PERBEDAAN 5 TAHUN LALU
Kayuagung sudah menjadi kota yang sedikit lebih maju, Kayuagung yang memiliki kelengkapan yang bisa di katakan standard, pada tahun 2008 telah berdirinya UNISKI (Universitas Islam OKI), Lapangan Olahraga, Rumah Sakit Umum Tingkat Nasional, Sekolah Menengah Atas yang telah standard Nasional, Serta Objek Wisata Teluk Gelam, Peningkatan ekonomi masyarakat jauh lebih baik di banding beberapa tahun lalu, perkembangan Ini pun di manfaatkan oleh beberapa Pengusaha yang menganggap kayuagung berpotensi sebagai peluang usaha.

Pemerintah memperhatikan betul perkembangan di beberapa sektor sesuai program Pemerintah Daerah, mulai dari Sektor Pendidikan, Olahraga, Kesehatan, Pertanian dan Sektor Ekonomi , dalam beberapa tahun ini mengalami kemajuan yang pesat dan signifikan, hal itu juga tak lepas dari dukungan masyarakat kayuagung, sekaligus memacu masyarakat untuk melakukan revolusi besar, sebuah perubahan untuk kemajuan bersama, Agar terus dapat terus berkembang menjadi kota yang pantas di banggakan , sayangnnya sedikit terlambat di banding kabupaten-kabupaten lainnya.
Kayuagung mulai berbenah di sektor Pendidikan sekarang di kabupaten OKI khusus nya di kayuagung telah memiliki sekolah-sekolah yang standard nasional, SMP dan SMA yang mampu berprestasi mulai dari tingkat provinsi hingga di tingkat nasional, Pada tahun 2008 telah berdirinya Universitas Islam OKI (UNISKI), serta lembaga-lembaga belajar lainnya, sebut saja, Kursus dan Kuliah Komputer DCC Kayuagung, AL-Ikhlas, Gilland Ganesha, Taman Belajar English Course, Mitra Global, Serta Bimbingan Belajar.
Kayuagung
mulai berbenah di sektor Olahraga, sekarang di Kayuagung telah tersedia Lapangan Sepakbola Segitiga Emas lapangan yang memang belum memiliki kelayakan untuk event daerah, belum adanya tribun seperti layak stadion bola umumnya, Lapangan Futsal Outdoor Sederhana, Lapangan Badminton Indoor, Arena lingkar Road Race, serta Lapangan Badminton di Gedung Juang Kayuagung, tersedia juga olahraga Sky Air Di danau Wisata Teluk Gelam, Perahu Layang, dalam beberapa tahun ini selalu dia adakannya "BUPATI CUP" kompetisi ini untuk memacu dan melihat potensi atlet-atlet di Kayuagung, sekaligus menyalurkan bakat-bakat masyarakat Kayuagung.

Kayuagung
mulai berbenah di sektor Kesehatan, sekarang telah berdirinya RSUD dan Puskesmas, bertarap Nasional mulai dari Fasilitas Bangunan, Peralatan, hanya saja masih banyak keluhan masayarakat tentang Pelayanan, tapi sedikit lebih baik, walaupun semuanya belum sesuai dengan harapan masyarakat.
Kayuagung mulai berbenah di sektor Ekonomi, sekarang di Kayuagung jauh lebih baik soal ekonomi, bukan berarti masyarakatnya rata-rata kaya, atau tidak ada masyarakat miskin hanya saja peningkatan ekonomi secara perlahan mulai di rasakan penduduk Kayuagung secara tidak langsung.

Mata pencaharian penduduk Kayuagung umumnya Pegawai, Wirausaha, Petani disamping sebagai pengrajin pada industri kecil dan pertukangan. Kayuagung cukup terkenal dengan kerajinan tanah liat yang memproduksi alat-alat masak.

Kayuagung menjadi salah satu daerah penyuplai terbesar di sektor perkebunan dan pertanian seperti beras, kelapa sawit, karet, untuk mewujudkan "SUMATERA SELATAN SEBAGAI LUMBUNG PANGAN DAN ENERGI".
Semoga dengan blog ini kita mampu memperkenalkan kota Kayuagung, mudah-mudahan menambah wawasan tentang sebuah sejarah tentang Kota Kayuagung, semoga Kayuagung akan jauh lebih baik lagi dari tahun ke tahun.AMIEN
Jangan pernah malu mengatakan onyak jime owam (orang kita), karena seharusnya kita harus bangga menjadi bagian kota kayuagung sebagai rumah tinggal kita tempat kita berpijak.
Untuk Anda yang ingin menyatakan pendapat, saran dan kritik, pengumuman, serta yang berita seputar kota Kayuagung dan OKI, posting komentar anda, agar anda secara tidak langsung anda ikut berpatisipasi Membangun dan Memajukan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir, insyallah mendapat tanggapan dan perhatian dari pemerintahan kabupaten OKI khususnya Kayuagung.
Read more

Situasi Pemakaian Bahasa di Kota Kayuagung

Kecamatan Kota Kayuagung terdiri atas 11 kelurahan ; yaitu Kelurahan Kayuagung (asli ), Perigi, Kutaraya, Kedaton, Sukadana, Mangunjaya, Sidakerda, jua-jua, Cintaraja, dan Tanjung Rancing, Serta 14 desa ; yaitu Desa Bulu Cawang, Lubuk Dalam, Banding Anyar, Anyar, Muara Baru, Kijang Ulu,Celika, Tanjung Menang. Bagian tersebut penutur Bahasa Kayuagung berada di wilayah Kecamatan Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Wilayah ini merupakan ibukota Kabupaten OKI. Penduduk utama penuturan Bahasa Kayuagung tergabung dalam suatu wilayah yang disebut morge siwe ( marga sembilan ); yaitu sembilan kelompok masyarakat setingkat desa/ kelurahan di era sekarang. Sembilan marga tersebut adalah Kelurahan Kayuagung ( asli ), Perigi, Kutaraya, Kedaton, Sukadana, Paku, Mangun jaya, Sida kersa, dan jua-jua. Dengan demikian dari 11 kelurahan yang ada di kecamatan Kota Kayuagung, dua di antaranyalah yang bukan menjadi penduduk penuturan bahasa Kayagung, yaitu Kelurahan Kayuagung (asli) dan Tanjung Rancing. Selain di wilayah Kota Kayuagung Bahasa Kayuagung juga ada di wilayah lempuing dan Mesuji (masih di Kabupaten OKI). Hal ini bisa di maklumi karena berdasarkan sejarahnya wilaya Lempuing dan Mesuji merupakan jalur kedatangan orang-orang Kayuagung dari Lampung.
Di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terdapat beberapa daerah, di antaranya adalah bahasa Kayuagung, Komering, Pedamaran, Melayu Palembang, Jawa, dan beberapa bahasa atau dialek lainya. Bahasa Indonesia juga dipergunakan secara luas, selain bahasa seperti bahasa Inggris dan Arab Yang penggunananya sangat terbatas. Kabupaten Ogan Komering Ilir ( OKI) beribukota di Kayuagung. Berdasarkan sejarahnya, wilayah ini didukung oleh apa yang oleh masyarakat setempat disebut dengan morge siwe ( atau Sembilan Marga). Marga di seantero Sumatera Selatan dikenal dengan suatu kawasan yang dahulunya setara di atas desa/ kelurahan. Saat ini wilayah morge siwe berada di bawah pemerintah administrasi Kecamatan Kota Kayuagung. Sembilan marga tersebut adalah Kelurahan Kayuagung (asli), Perigi, Kutaraya, Kedaton, Sukadana, Paku, Mangun jaya, Sidakersa, dan jua-jua.
A. Bahasa-bahasa Daerah dan Bahasa Indonesia
Di wilayah Kecamatan Kota Kayuagung sebagai dari Kabupaten Ogan Komering ilir (OKI) yang menjadi pusat perekonomian, pusat pendidikan, dan pemerintahan di kabupaten ini, pada dasarnya berkembang bahasa Kayuagung yang terdeteksi oleh Summer Institute of Linguistics (SIL) berputaran 45,000 di tahun 1989, dan masuk dalam klasifikasi bahasa-bahasa Austronesia, Malayo- Polynesian, Lampungic, Abung ( http://www.ethnologne.com/show_languege.asp?code=vky ). Dalam perkembangannya, bahasa Kayuagug menghadapi kondisi yang stagnan atau bahkan akan mengalami kemunduran atau penurunan jumlah penutur seiring dengan terdesaknya bahasa Kayuagung ini dalam percaturan kebebasan di wilayah sendiri. Bahasa Kayuagung sangat “ terancam” dengan keberadaan bahasa derah lain, yaitu bahasa Melayu (Palembang), selain bahasa indonesia mungkin nanti akhirnya bahasa asing (bahasa Inggris) ( Sudarmanto, 2009a; 2009b).
Bahasa Kayuagung memang masih dipakai di wilayah atau kelurahan di Kecamatan Kota Kayuagung, atau di beberapa desa saja di wilaya Kecamatan Lempuing dan Mesuji. Akan tetapi pengunananya mulai sangat terbatas. Hal ini tampak pada pengunaan bahsa Kayuagung yang hanya dipakai oleh komunitas asli Kayuagung saja. Apabila di dalam pertemuan, forum, atau pembicaran-pembicaran tertentu yang mulai menghadirkan orang yang bukan berasal dari Kayuagung – atau di perkirakan tidak bisa berbicara bahasa Kayuagung – maka hampir bisa dipastikan akan nada alih kode (code swtching) ke bahasa derah lainnya yang lebih dominan, yaitu bahasa Palembang, atau malah ke bahasa Indonesia. Kesopanan dan menghormati lawan bicara alasan alih kode ini oleh masyarakat penutur bahasa Kayuagung. Bahasa Kayuagung masih dipergunakan di dalam rapat atau pertemuan di lingkungan Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), desa/kelurahan, atau Morge, meskipun juga tidak menutup kemungkinan bahasa-bahasa lain yang muncul dipakai pertemuan tersebut, misalnya bahasa palembang atau bahasa Indonesia. Akan tetapi untuk rapat resmi atau formal, terutama di lingkungan pemerintah kecamatan dan kabupaten, bahsa Indonesia telah menjadi bahsa resmi yang layak untuk dipakai.
Bahasa Kayuagung masih lekat dipakai didalam acara lamaran seorang bujang kepada gadis. Hampir seluruh rangkaaian ‘ lamaran’, atau manjau (yang juga bermakna bertandang atau bertamu) ini masih menggunakan bahsa Kayuagung. Akan tetapi, pada saat resepsi pernikahannya, karena memperhatikan tamunya yang berenaka ragam latar belakang-justru bahasa yang dipergunakan adalah bahsa Indonesia. Perwara juga mengunakan bahsa indonesia untuk memandu rangkaian acara resepi pemerintahan. Acara ijab kabul pernikahan pun sudah mengunakan bahsa indonesia ( atau bahasa Arab). Mempelai laki-laki akan mendapatkan gelar baru atas pernikahan yang dijalaninya. Menurut masyarakat Kayuagung sebagai masih mengikuti jalur patrlineal, di mana berkaitan dengan pemberian gelar ini hanya pihak laki-laki saja yang mendapatkan gelar sedangkan mempelai wanitanya tidak mendapatkan gelar. Pemberian gelar ini disebut masyarakat kayuagung dengan jejuluk. contah dari peberian jejuluk ini adalah nama aslinya saat lahir adalah Nawawi,Sedangkan nama jejuluk nya adalah Agung jaya/Agun Jaye/, orang Kayuagung memiliki kekhasan vokal /E / dalam bahasa nya. Contoh gelar yang lain adalah Cahaya Mukmin. Pemberian jejuluk ini makna yang menunjukan bahwa yang bersangkutan sudah menikah. Di kalangan keluarga besarnya, atau tetamu yang hadir dalam resepsi pernikahannya, mempelai laki-laki ini selanjutnya akan dipangkil dengan nama jejuluk nya, bukan lagi nama lahirnya.
Meskipun bahasa Kayuagung seharusnya menjadi tuan rumah di negrinya sendiri, tetapi beberapa bahasa derah lainnya juga masih beredar di sana.
Media radio sedikit memiliki andil dalam pelestarian, atau setidaknya dalam pengunaan, bahasa kayuagung. Terdapat satu radio swasta yang ada di wilayah Kayuagung, yaitu Radio 90,4 Kayuagung FM. Ini adalah satu- satu radio swasta yang ada di sana, selain stasiun radio memiliki pemerintahan, yaitu RRI Palembang dan Radio swasta di Palembang yang terkadang masih bisa terpantau di Kayuagung. Dengan sifatnya yang menghibur, Kayuagung FM mencoba mengakomodasi pendegar-pendegarnya pada radius yang terjangkau siaranan oleh radio ini. Jangkauan siaran radio ini mencakup pendegaran yang berbeda-beda. Kondisi ini mengharuskan pengelola radio Kayuagung untuk mengakomodasi kebutuhan para pendegarnya, termasuk dalam hal bahasa. Bahasa atau dialek yang di coba untuk bisa diakomadasi adalah bahasa atau dialek Kayuagung, Pedamaran, Sirah Pulaupadang, Meranjat dan Pegangan, Jawa, dan Palembang. Misalnya, ‘apa itu’ dalam bahasa Indonesia, akan menjadi onyi aje// dalam bahsa Kayuagung, apo iko/apo iko/ dalam bahsa Pedamaran, ape itu/ape itu/dalam dialek Sirah Pulau Padang, ape itu/ape itu/dalam bahsa Meranjat atau Peagagan, apo iku/apo iku/dalam bahsa Jawa, dan apo itu/ apo/apo itu/dalam bahasa Palembang atau, contoh yang lain adalah kemane ngan/ kemane nan/ dari dialek Sirah Pulau Padang dan tekude niku/tekude niku/dari bahasa Kayuagung yang artinya dalam bahsa indonesia adalah’ ke mana kamu’
Seperti yang di sampaikan sebelumnya, bahasa Kayuagung menjadi eksklusif di wilayah morge siwe saja. Tantangan atas keberadaan bahasa Kayuagung menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pemilik bahasa penunturnya, pengaruh utama bahasa Kayuagung di wilayahnya sendiri adalah Palembang. Ketika keluar dari komunitasnya yang berbahasa Kayuagung, masyarakat Kayuagung akan langsung bersinggungan dengan bahsa Palembang, apabila lawan bicaranya teridentifikasi dari dari wilayah Sumatera Selatan, atau akan beralih langsung ke bahasa Indonesia apabila ada keraguan atas identitas kebahasan lawan bicanya. Bahasa Palembang begitu dominan dan menjadi lingua france dalam pergaulan dan komunikasi di sebagaian besar masyarakat Kayuagung (sudarmanto 2009a;2009b). Selain bahasa Indonesia yang dipergunakan secara resmi dan formal dalam interaksi pemerintahan, bahasa Palembang dipergunakan masyarakat dalam konteks yang tidak resmi dan formal. Di pasar, tempat-tempat keramaain, sekolah dan sebagainya, bahasa Palembang menjadi jembatan komunikasi yang paling banyak di pergunakan. Bahkan dalam kaitan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, bahasa Palembang di wilayah Kayuagung tetap menjadi yang dianggap paling memadai. Dalam hal pengiriman SMS (short messages service), misalnya, aku nak beenjukan salam untuk (aku mau memberikan salam untuk....)
B. BAHASA Asing
Bahasa asing, terutama bahsa inggris, berkembang pesat dalam arus kebahsaan di wilayah Kayuagung. Hal ini di sinyalir karena adanya persepsi bahwa sesuatu yang berbauh asing terasa lebih bagus, lebih gengsi, lebih berkualitas, dan sebagainya sinyalemen seperti ini bisa jadi mempengaruhi sikap berbahasa masyrakat disana. Mulai pemunculan tulisan-tulisan bernuasa bahasa Inggris untuk memperkenalkan atau mempromosikan komoditasnya, misalnya Games Station, Gold Net, London Beauty Center, Paint Protection, dan sebagainya. Memang, sebagai sudah benar penulisnya. Akan tetapi, masih banyak juga di temukan kondisi – kondisi yang masih kurang benar.
Kesalahan berbahasa yang banyak terjadi biasanya tersedia terjadi dalam ejaan penulisan. Karena adanya perbedaan tata tulis dengan tata pengucapan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris menyebabkan penulis ejaan menjadi salah.misalnya, bacaan /’tuble *,tubeles*,atau bahkan cubles*. Contoh –contoh lainnya, diantara adalah spere-part/sper part/ yang kadang ditulis dengan spar part *, juga dalam bahasa Inggris yang seharusnya di tulis accessories menjadi aksesoris *, aksesoris ( yang akan menjadi benar apabila yang di maksudkan dalam bahasa indonesia). Contoh nya adalah vocher/vawer/yang memiliki bentuk kesalahan vhocer *. Ditemukan juga bentuk cas accu yang diperkiraan mengacu pada ‘ menyetrum aki ( atau alat untuk menyimpan tenang listrik )’ yang mengadaptasi bahsa inggris charge – battery ( atau battery recharging ) bentuk buku shock/syok/ yang bermakna ‘kejut’ yang bisa jadi ditulis dengan schpock*, atau sox*, ball- joint / bol join / menjadi boljoint *, bolljoin *,bolljoin *, overharul yang bermakna ‘ pemeriksaan’ yang tertulis dengan overhoul *, overholl *,dan sebagainya.mungkinnya.mungkin masih ada lagi contoh-contoh lain untuk jenis kasus yang sama.
Kadang di temukan juga kasus juga frasa gabungan antara bahasa inggris yang juga dipandang kurang pas.misalnya, Ogan technk*,strtes*dan cas ,oyong celluler *,counter Ninik Cellules *, pulsa Electrik *, tampal tubless*, dan sebagainya.dalam satu tempat objek pengamatan ditemukan adanya dua kondisi yang bertolak belakang, satu kondisi bertulis “ raja “ specialist accu dan satunya lagi toko spesialis aki “raja” . dengan mendasarkan pada tata bahasa bahasa Inggris, terdapat permasalahan pada kasus ke dua dengan mengikuti aturan tata bahasa indonesia menjadi tata tulis yang benar.
Pembicara lain tentang Bahasa Asing, dalam hal ini Bahasa Inggris, adalah dijadikan sebagai mata pelajaran muatan lokal di sekolah dasar bahasa asing ini juga sudah mempengaruhi nama penduduk di kayuagung ; seperti jakson,richard , jimmy dan sebagai nya sebagai interpretasi dari kondisi ke bahasaan Bahasa Asing, terutama Bahasa Inggris, kaitan dengan nama-nama penduduk di wilayah Kayuagung adalah tergesernya identitas melayu (dengan identitas ke Arab-an atau ke Islam- annya ), karena seperti kita ketahui bahwa identitas melayu adalah identik dengan Arab atau Islam.

Penutup
Situasi kebahasaan di Kayuagung bisa jadi juga terjadi di beberapa daerah lain dengan permasalahan yang kurang lebihnya sama . sebagai penutup tulisan ini, bisa di sampaikan beberapa poin penting berkaitan dengan sistem komunikasi verbal atau situasi kebahasaan di wilayah Kayuagung, yaitu bahwa (1) bahasa Kayuagung seharusnya mengembalikan kondisi untuk menempatkankan bahasa mereka di rumah mereka sendiri. Maksudnya adalah bahsa Kayuagung, di wilayah-wilayah persebrangan, semakin di pupuk kembangan dan di munculkan di luar lingkungan penuturannya. Tidak ada salah memperkenalkan lebih intensif lagi pengetahuan dan pemahaman tentang bahsa Kayuagung di luar lingkungan penuturannya, (2) pengaruh bahasa daerah lain, terutama bahsa Palembang, harusnya dijadikan sarana untuk memperkaya bahsa Kayuagung, sekaligus melestarikannya, dan jangan justru mengikisnya (3) bahasa asing, dalam hal ini bahsa Inggris, mestinya bukan hanya dipandang sebagai gengsi belaka. Penangan perihal bahsa asing ini harus mendapatkan porsi yang tepat.untuk mata pelajaran muatan lokal menurut hemat penulisan bahsa derah Kayuagung akan lebih berfaedah untuk di terapan daripada bahsa adanya permasalahn dalam proses pengajar bahasa di usia dasar, juga untuk lebih dini memunculkan indentitas kebahsa daerah Kayuagung kepada siswa-siswa sekolah dasar.
Selain itu, sebagai catatan akhir diharapakan dengan indentifikas dan investarisasi sejumlah permasalahan kebahasan di wilayah Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ini nantinya, di harapkan menjadikan masukan yang sangat berguna di dalam mengidentifikasi dan menangani berbagai permasalahan kebahasan ( dalam konteks kelokalan sumatra selatan dan kenasionalan indonesia ) kepada pengambilan ke bijakan terkait.

Disampaikan Oleh : Budi Agung Sudarmanto
Disajikan dalam:
SEMINAR INTERNASIONAL HARI BAHASA IBU
DAN PRAKONGRES NASIONAL DUTA BAHASA
DI GEDUNG MERDEKA BANDUNG
19 – 20 Februari 2010
Read more

Tradisi Lebaran di Kayuagung

DEDIJEGALE.COM
MIDANG - morge siwe atau disebut karnaval budaya telah menjadi tradisi tahunan di Kecamatan Kota Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bila Idul Fitri tiba. Kegiatan ini telah menjadi agenda nasional dalam pelestarian budaya bangsa,
Midang awalnya merupakan satu dari rangkaian adat perkawinan Mabang Handak (Burung Putih, red) masyarakat Kayuagung pada masa itu, yang merupakan perkawinan dalam adat yang tertinggi. Jika ada pasangan muda-mudi yang melangsungkan pernikahan, maka salah satunya adalah dengan digelarnya midang yang pesertanya berasal dari masyarakat sekitar.
Namun seiring berjalannya waktu kegiatan midang dalam rangkaian adat perkawinan ini sudah berangsur-angsur langka dilaksanakan oleh masyarakat. Kalau pun ada maka yang melaksanakan adalah keluarga yang berasal dari tingkat ekonomi yang mampu.
Guna melestarikan budaya tersebut Pemerintah OKI, mengagendakan secara nasional. Awalnya midang ini adalah sebagai sarana memperkenalkan kepada masyarakat bujang dan gadis di tempat tersebut dengan tujuan jika ada orang tua yang menyukainya maka dapat melamarkan untuk anaknya.
Seperti halnya pada hari raya Lebaran sebanyak 11 kelurahan dalam Kecamatan Kota Kayuagung mengikuti kegiatan ini diantaranya dari Kelurahan Sukadana, Kelurahan Paku, Kelurahan Mangunjaya, Kelurahan Cintaraja, Kelurahan Sidakerja, Kelurahan Jua-jua dan Kelurahan Tanjung Rancing. Kemudian Kelurahan Kayuagung Asli, Kelurahan Perigi, KelurahanKotaraya, dan Kelurahan Kedaton yang digelar selama hari ketiga Lebaran.
Peserta yang ikut dalam acara midang ini, tidak hanya warga yang tinggal di Kota Kayuagung saja, namun warga Kayuagung yang tinggal di ibukota maupun provinsi lain juga turut hadir diacara ini, seperti Kombes Iskandar yang bertugas di Mabes Polri turun meramaikan acara midang yang didampingi istrinya.
Ketika ditanya mengenai midang, Iskandar hanya tersenyum dan menjawab ini adalah suatu teradisi Kayuagung yang patut diacungi kedua jempol karena hingga sekarang tetap berjalan dengan baik.
Saya meskipun jauh-jauh tetap hadir diacara midang ini kalau memang waktunya senggang. Ini adalah tradisi jangan sampai dihilangkan dan dilupakan,” ujarnya.
Read more

Sejarah Kota Kayuagung

Kayuagung sebuah kota yang terletak di lintas timur sumatera, Salah satu dari Kabupaten dari Provinsi Sumatera Selatan (Palembang), Kayuagung yang berjarak 65 KM dari pusat kota Palembang, Kayuagung merupakan Daerah Tingkat II di provinsi sumatera selatan. Kayuagung merupakan ibukota Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Kayuagung Terdiri dari 10 kelurahan (Morge Siwe)
  1. Mangujaya
  2. Cintaraja
  3. Jua-jua
  4. Sidakerja
  5. Sukadana
  6. Paku
  7. Kedaton
  8. Kotaraya
  9. Kayuagung Asli
  10. Perigi
Nama Kayuagung secara umum berasal dari sebuah sejarah, dimana pada zaman dahulunya, daerah kota kayuagung terdapat pohon-pohon yang berukuran besar, bahkan ada yang sampai berdiameter 4 meter , kemudian disimpulkanlah oleh para petua Pohon itu berarti Kayu sedangkan Besar Itu Agung. mungkin andapun secara tidak sengaja pernah melihat pohon berukuran besar di kota anda, kemungkinannya itu merupakan pohon kayuagung, tapi bukan berarti setiap pohon yang besar itu merupakan pohon kayuagung, ciri khas pohon Kayuagung itu berukuran besar memiliki urat pohon yang timbul dan memiliki akar yang besar dan menjular, selain itu juga terdapat akar yang menjular dari atas kebawah, jadi dari sebuah pohonlah nama dari kota kayuagung itu.
Kayuagung ibukota dari Kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan Pemerintah Daerah Tingkat II di Sumatera Selatan yang luasnya sekitar 21.469,90 kilometer persegi yang secara geografis terletak antara 104 2'-106 o' derajat Bujur Timur dan 4o 30'-4o 15 derajat Lintang Selatan. jumlah penduduk dalam sensus 2008 mencapai kurang-lebih 55,285 ribu jiwa lebih, mayoritas penduduknya beragama Islam.



APRESIASI TENTANG KAYUAGUNG
Sekitar 5 tahun yang lalu Kayuagung hanyalah kota sederhana, Kayuagung Lebih identik sebagai kota Duta, banyak orang yang berfikir negatif tentang Kayuagung, menyedihkan memang, tapi anggapan orang telah terlanjur terbentuk bahwasanya Kayuagung kota duta, kotanya para penjahat, perampok, dsb, hanya saja untuk kembali membuka pikiran masyarakat umum tentang Kayuagung, saya akan memberikan persentase jumlah penduduk yang berprofesi sebagai Duta di Kayuagung, persentase yang ada hanya 8, 72 % orang pribumi yang berfrofesi sebagai duta.

Duta itu istilah dari penjahat yang melakukan tindakan kriminal (pencurian, perampokan, dll) yang umumnya beraksi di luar negeri ada juga yang di indonesia.

Tapi Bersyukurlah Kayuagung yang sekarang jauh berbeda, anggapan tentang kota penjahat atau duta mulai berganti, kesadaran masyarakat awam yang secara perlahan mampu membuka mata, memanfaatkan peluang yang ada.
tidak hanya semata-mata mengandalkan sertifikat dan ijazah sebagai peluang.

PERBEDAAN 5 TAHUN LALU
Kayuagung sudah menjadi kota yang sedikit lebih maju, Kayuagung yang memiliki kelengkapan yang bisa di katakan standard, pada tahun 2008 telah berdirinya UNISKI (Universitas Islam OKI), Lapangan Olahraga, Rumah Sakit Umum Tingkat Nasional, Sekolah Menengah Atas yang telah standard Nasional, Serta Objek Wisata Teluk Gelam, Peningkatan ekonomi masyarakat jauh lebih baik di banding beberapa tahun lalu, perkembangan Ini pun di manfaatkan oleh beberapa Pengusaha yang menganggap kayuagung berpotensi sebagai peluang usaha.

Pemerintah memperhatikan betul perkembangan di beberapa sektor sesuai program Pemerintah Daerah, mulai dari Sektor Pendidikan, Olahraga, Kesehatan, Pertanian dan Sektor Ekonomi , dalam beberapa tahun ini mengalami kemajuan yang pesat dan signifikan, hal itu juga tak lepas dari dukungan masyarakat kayuagung, sekaligus memacu masyarakat untuk melakukan revolusi besar, sebuah perubahan untuk kemajuan bersama, Agar terus dapat terus berkembang menjadi kota yang pantas di banggakan , sayangnnya sedikit terlambat di banding kabupaten-kabupaten lainnya.
Kayuagung mulai berbenah di sektor Pendidikan sekarang di kabupaten OKI khusus nya di kayuagung telah memiliki sekolah-sekolah yang standard nasional, SMP dan SMA yang mampu berprestasi mulai dari tingkat provinsi hingga di tingkat nasional, Pada tahun 2008 telah berdirinya Universitas Islam OKI (UNISKI), serta lembaga-lembaga belajar lainnya, sebut saja, Kursus dan Kuliah Komputer DCC Kayuagung, AL-Ikhlas, Gilland Ganesha, Taman Belajar English Course, Mitra Global, Serta Bimbingan Belajar.
Kayuagung
mulai berbenah di sektor Olahraga, sekarang di Kayuagung telah tersedia Lapangan Sepakbola Segitiga Emas lapangan yang memang belum memiliki kelayakan untuk event daerah, belum adanya tribun seperti layak stadion bola umumnya, Lapangan Futsal Outdoor Sederhana, Lapangan Badminton Indoor, Arena lingkar Road Race, serta Lapangan Badminton di Gedung Juang Kayuagung, tersedia juga olahraga Sky Air Di danau Wisata Teluk Gelam, Perahu Layang, dalam beberapa tahun ini selalu dia adakannya "BUPATI CUP" kompetisi ini untuk memacu dan melihat potensi atlet-atlet di Kayuagung, sekaligus menyalurkan bakat-bakat masyarakat Kayuagung.

Kayuagung
mulai berbenah di sektor Kesehatan, sekarang telah berdirinya RSUD dan Puskesmas, bertarap Nasional mulai dari Fasilitas Bangunan, Peralatan, hanya saja masih banyak keluhan masayarakat tentang Pelayanan, tapi sedikit lebih baik, walaupun semuanya belum sesuai dengan harapan masyarakat.
Kayuagung mulai berbenah di sektor Ekonomi, sekarang di Kayuagung jauh lebih baik soal ekonomi, bukan berarti masyarakatnya rata-rata kaya, atau tidak ada masyarakat miskin hanya saja peningkatan ekonomi secara perlahan mulai di rasakan penduduk Kayuagung secara tidak langsung.

Mata pencaharian penduduk Kayuagung umumnya Pegawai, Wirausaha, Petani disamping sebagai pengrajin pada industri kecil dan pertukangan. Kayuagung cukup terkenal dengan kerajinan tanah liat yang memproduksi alat-alat masak.

Kayuagung menjadi salah satu daerah penyuplai terbesar di sektor perkebunan dan pertanian seperti beras, kelapa sawit, karet, untuk mewujudkan "SUMATERA SELATAN SEBAGAI LUMBUNG PANGAN DAN ENERGI".
Semoga dengan blog ini kita mampu memperkenalkan kota Kayuagung, mudah-mudahan menambah wawasan tentang sebuah sejarah tentang Kota Kayuagung, semoga Kayuagung akan jauh lebih baik lagi dari tahun ke tahun.AMIEN
Jangan pernah malu mengatakan onyak jime owam (orang kita), karena seharusnya kita harus bangga menjadi bagian kota kayuagung sebagai rumah tinggal kita tempat kita berpijak.
Untuk Anda yang ingin menyatakan pendapat, saran dan kritik, pengumuman, serta yang berita seputar kota Kayuagung dan OKI, posting komentar anda, agar anda secara tidak langsung anda ikut berpatisipasi Membangun dan Memajukan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir, insyallah mendapat tanggapan dan perhatian dari pemerintahan kabupaten OKI khususnya Kayuagung.
Read more
CONTACT PERSON Untuk Pelayanan dan pemasangan iklan Anda dapat menghubungi kami di alamat di bawah:

PEPEDMAKER GROUP™

Jl Demang Hamid No 65 Kayuagung, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan 30612

mail @PEPEDmaker

mail PEPEDMAKER™

mail 2982C631

mail pepedmaker@ymail.com

 
PEPEDMAKER™ Copyright © 2011 Design by PEPEDMAKER Blogger Template and Fredy Catur Putra

Follower